• Urgensi Ikhlas

    air segar

    Asy Syaikh Muhammad Nasirudin Al Albani rahimahullah mengatakan, “Orang yang jahil mungkin untuk memberikan hidayah kepadanya dengan mudah. Karena dia merasa memiliki ilmu yang sedikit dan jika jelas bagi dia ilmu yang benar maka dia akan mendapatkan hidayah. Oleh karena itulah saya sering menyampaikan dalam banyak kesempatan bahwa pada sebagian kelompok-kelompok yang ada pada hari ini – dan mereka menyimpang dari dakwah kita – saya berpandangan bahwa pada mereka ada keikhlasan. Maka saya katakan, “Mereka lebih saya cintai daripada orang-orang yang bersama kita dalam dakwah kita akan tetapi menjadi jelas bahwa mereka tidak bersama kita dalam keikhlasan. Padahal keikhlasan merupakan

    [selanjutnya...]
  • Sepuluh Kegelapan

    night

    Ibnul Qoyim rahimahullah mengatakan, “Orang-orang yang keluar dari ketaatan dan pengikutan kepada para Rasul -shalawatullah wa salamuhu alaihim- bergelimpangan dalam sepuluh kegelapan : – gelapnya tabiat – gelapnya kebodohan – gelapnya hawa nafsu – gelapnya perkataan – gelapnya perbuatan – gelapnya pintu masuk – gelapnya pintu keluar – gelapnya alam kubur – gelapnya hari kiamat – gelapnya negeri akhirat Maka kegelapan selalu menyertai mereka di ketiga alam mereka.” (Ijtima’ul Juyus hal.16) قال ابن القيم رحمه الله: “والخارجون عن طاعة الرسل صلوات الله وسلامه عليهم ومتابعتهم يتقلَّبون في عشر ظلمات: ‏ظلمة الطبع وظلمة الجهل وظلمة الهوى وظلمة القول وظلمة العمل وظلمة

    [selanjutnya...]
  • PERMISALAN TAUHID

    fruit_trees

    Ibnul Qoyim rahimahullah menuturkan, “Keikhlasan dan tauhid adalah pohon yang tumbuh di hati. Cabang-cabangnya adalah amalan. Buah-buahnya adalah kehidupan yang baik di dunia dan kenikmatan yang terus menerus di akhirat.” (Al Fawaid hal. 164) ‏قال ابن القيم : رحمه الله ‏الإخلاص والتوحيد ؛ ‏. ‏شجرةٌ في القلب فروعها الأعمال ‏. ‏وثمرها طيب الحياة في الدنيا ‏. ‏والنعيم المقيم في الآخرة . ‏الفوائد [١٦٤]

    [selanjutnya...]
  • BUAH KEJUJURAN DAN KEIKHLASAN

    pesawat

    Asy Syaikh Abdulaziz bin Baz rahimahullah menasihatkan, “Siapa yang jujur kepada Allah dan ikhlas karena-Nya, maka Allah akan memberikan padanya taufik dan menolongnya. Allah berkahi kesungguhannya dan Allah berikan hidayah ke umat karenanya. Allah jadikan baginya lisan yang jujur di alam semesta karena kejujuran dan keikhlasannya.” (Majmu’ Fatawa 24/27) ‏▪قال الإمام ابن باز رحمه الله: ‏”من صدق مع الله وأخلص لله؛ وفّقه الله وأعانه، وبارك في جهوده، وهدى به الأمة وجعل له لسان صدق في العالمين بسبب صدقه واخلاصه”. ‏مجموع الفتاوى ٢٤/٢٧ Sumber : ▪قال الإمام ابن باز رحمه الله: "من صدق مع الله وأخلص لله؛ وفّقه الله وأعانه، وبارك

    [selanjutnya...]
  • PERMISALAN SUNNAH DI DUNIA

    sungai

    Sahl Ibnu Abdillah rahimahullah berkata, “Permisalan sunnah di dunia seperti permisalan surga di akhirat. Barang siapa yang masuk surga di akhirat, maka dia akan selamat. Dan barang siapa yang masuk sunnah di dunia, maka dia juga akan selamat.” (Dzamul Kalam 4/384) ‏🔹قَـالَ سَهْل بنُ عَبدِ الله رَحِمَهُ الله- : ‏(مثل السّـُنَّة في الدنيا مثل الجنة في الآخرة ‏من دخـل الجـَنّة في الآخـرة سَلِم، ومن دخـل السُّـنَّة في الدنيا سَلِم ) . ‏ذم الكلام : (٣٨٤/٤) Sumber : 🔹قَـالَ سَهْل بنُ عَبدُ الله رَحِمَهُ الله- : (مثل السّـُنَّة في الدنيا مثل الجنة في الآخرةمن دخـل الجـَنّة في الآخـرة سَلِم، ومن دخـل السُّـنَّة في

    [selanjutnya...]
  • SUDAH BENARKAH TAWADHU ANDA?

    boat

    Asy Syaikh Dr. Muhammad bin Ghalib Al Umary hafidzahullah berkata, “Ibnul Qoyim rahimahullah mengatakan, ‘Tingkatan tawadhu tidak layak untukmu sampai engkau menerima kebenaran yang datang dari orang yang engkau cintai dan juga kebenaran yang datang dari orang yang engkau benci. Maka engkau menerima kebenaran dari musuhmu sebagaimana engkau menerimanya dari loyalismu’. (Madarijus Salikin 3/126) Saya katakan, “Betapa indahnya petuah beliau rahimahullah, maka bukanlah dari sikap tawadhu sedikitpun engkau mencocoki siapa yang engkau cintai secara mutlak dan engkau menyelisihi siapa yang engkau benci secara mutlak.” قال الشيخ د.محمد بن غالب العمري حفظه الله: ‏[مقياس التواضع] ‎‏ قال ابن القيم رحمه الله

    [selanjutnya...]
  • Siapa Teman Duduk Anda?

    372-31

    Sufyan ats-Tsauri rahimahullah menuturkan, “Tangisilah dan sayangilah dirimu, karena seandainya engkau tidak menyayanginya, maka engkau tidak akan disayangi. Jadikanlah teman dudukmu adalah orang yang menjadikanmu zuhud terhadap dunia dan cinta terhadap akhirat. Berhati-hatilah engkau dari bermajelis dengan ahli dunia yang berdalam-dalam pada pembicaraan dunia. Karena sesungguhnya mereka akan merusak agama dan hatimu. Perbanyaklah mengingat kematian dan meminta ampunan untuk dosa-dosamu yang telah berlalu. Dan mintalah keselamatan kepada Allah untuk umurmu yang tersisa.” (Hilyatul Auliya, 7/82) قال سفيان الثوري رحمه الله تعالى: ابك على نفسك وارحمها ، فإن أنت لم ترحمها لم تُرحم ، وليكن جليسك من يزهدك في الدنيا ويرغبك

    [selanjutnya...]
  • Pemicu Permusuhan dan Kebencian

    api

    Al-Masrur bin Makhramah rahimahullah menceritakan, “Dihadapkan pada Umar Ibnu Al-Khothob radiyallahu’anhu harta dari daerah kekuasaannya. Beliau mulai melihat dan menelitinya. Lalu bercucuranlah air matanya dan beliau menangis. Abdurahman bin Auf radiyallahu’anhu bertanya, “Wahai Amirul Mukminin, apa yang membuatmu menangis? Demi Allah, sesungguhnya ini adalah termasuk dari tempat-tempat untuk bersyukur.” Maka Umar Ibnu Al-Khotob radiyallahu’anhu menjawab, “Demi Allah, sesungguhnya harta ini tidaklah diberikan pada suatu kaum, kecuali dihembuskan permusuhan dan kebencian diantara mereka!” [Mausu’ah Ibnu Abi Dunya 7/402] عن المسرور بن مخرمة قال: قدم على عمر بن الخطاب رضي الله عنه بمال من ولايته فجعل يتصفحه و ينظر إليه، فهملت عيناه

    [selanjutnya...]
  • Rekaman Kajian Ilmiah Islamiah “Bom Waktu Komunisme, Waspadalah Indonesia!”

    rec

    Audio rekaman kajian ilmiah islamiah “Bom Waktu Komunisme, Waspadalah Indonesia!” yang dilaksanakan pada tanggal 24 Juli 2016 bertempat di Masjid Al Ittihad Kompleks Islamic Center Indramayu bisa diunduh pada tautan berikut. https://drive.google.com/drive/u/0/folders/0BykQuEqpjdOFUU5oWEJLZDVmMzQ

    [selanjutnya...]