BESARNYA KENIKMATAN ALLAH

Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah berkata,

“Termasuk dari faedah-faedah puasa adalah pengetahuan insan akan besarnya kenikmatan Allah yang ada padanya dari kemudahan makanan, minuman, dan hubungan badan–jika yang sudah berkeluarga–. Sisi itu dilihat dari keberadaan manusia yang tidak mengetahui besarnya kenikmatan kecuali dengan kebalikannya. Seperti yang dikatakan,

” Dengan kebalikannya, jelaslah segala sesuatu.”

Manusia yang kenyang tidak mengetahui sakitnya kelaparan. Jika lapar atau haus, dia mengerti sakitnya kelaparan dan mengerti besarnya kenikmatan dengan kekayaan. Demikian juga dengan pengingatan manusia akan saudaranya si fakir yang tidak mampu untuk makan dan minum, dia akan menyayanginya dan bersedekah padanya.”

[Syarhu Bululghil Maram 7/169]

Leave a Reply