Bom Waktu Komunisme

Komunis adalah sebuah kata yang tabu di telinga mayoritas rakyat Indonesia, terlebih kaum Muslimin. Bahkan sebagian orang mungkin sangat trauma ketika mendengar kata-kata komunis, karena dapat membuka luka lama dan mengingatkan rekam jejakorang-orang komunis yang sadis, kejam dan tak berkeprikemanusiaan. Dengan kendaraan Partai Komunis Indonesia (PKI), mereka bergerak. Berbagai operasi berdarah pun mereka lakukan atas nama revolusi.

Menelisik sejarahnya, orang-orang komunis di negara ini tak pernah patah arang mewujudkan cita-cita jahat mereka, yaitu merebut kekuasaan tertinggidi bumi Nusantara ini dan menjadikannya sebagai negara komunis. Makar dan kekuatan terselubung senantiasa mereka himpun. Kader-kader setia mereka, baik sipil maupun militer, didoktrin siaga untuk menjalankan komando atasan.

Pada saatnya mereka akan bergerak dengan cepat. Bila demikian, segala cara akan mereka halalkan. Meskipun harus membunuh, menyiksa dan berjalan di atas darah mayat-mayatmanusia yang mati bergelimpangan. Sebagaimana yang terjadi di Uni Soviet, induk semang PKI baik di masa Vladimir Ilyich Lenin maupun Joseph Stalin.

Pada November 1926, PKI memimpin pemberontakan melawan Pemerintah kolonial Belandadi Jawa Barat dan Sumatra Barat. PKI mnegumumkan sebuah republik. Pemberontakan ini dapat dihancurkan secara brutal oleh penguasa kolonial dan pada 1927 PKI dinyatakan terlarang. Walau demikian PKI tak putus asa. Sebagai kekuatan komunisme terbesar nomor tiga  dunia saat itu setelah Uni Soviet dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT), pki TERUS BERGERAK DI BAWAH TANAH.

Pada 1945, setelah Jepang menyerah, PKI muncul kembali di panggung politik dan secara aktif mengambil bagian dalam perjuangan kemerdekaan dari Belanda. Banyak unit bersenjata di bawah kontrol atau pengaruh PKI.

Pada 11 Agustus 1948 Musso (salah seorang tokoh senior PKI) kembali ke Jakarta setelah dua belas tahun tinggal di Uni Soviet. Politbiro PKI direkonstruksi, termasuk D. N. Aidit, M. H. Lukman dan Njoto. Pda 5 September 1948 Musso memberikan pidato anjuran agar Indonesia merapat kepada Uni Soviet. Anjuran itu akhirnya berujung pada peristiwa pemberontakan PKI di Madiun, Jawa Timur.

Ketika bangsa Indonesia dalam keadaan genting, sedang bersiap-siap menghadapi kemungkinan agresi Belanda II, PKI berkhianat terhadap bangsa dan negara dengan melakukan pemberontakan di kota Madiun, Jawa Timur.

Pada 18 September 1948, PKI mengumumkan proklamasi “Republik Soviet Indonesia” dengan Musso sebagai Presiden dan Amir Syarifuddin sebagai Perdana Mentri. Namun, dengan pertolongan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, pada 30 September Madiunbisa diambil alih oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari divisi Siliwangi. Musso dan beberapa pemimpin PKI lainnya berhasil ditangkap dan dieksekusi pada 31 Oktober 1948.

PKI bangkit kembali pada tahun 1950. Berbagai kegiatannya mulai aktif, termasuk penerbitan dengan organ utamanya Harian Rakjat dan Bintang Merah. Di bawah kepemimpinan D. N. Aidit, PKI berkembang sangat pesat.

Disamping kaderisasi ke dalam terus dilakukan, pendekatan kepada kaum nasonalis dan agama pun digalakkan. Tak heran pada era 1960-an dicetuskan istilah Nasakom (Nasionalisme, Agama dan Komunisme) oleh Presiden Soekarno. Sekian tahun lamanya, PKI dapat mengambil hati Presiden. Tokoh-tokonya pun banyak yang menduduki jabatan strategis pemerintahan.

Pada 14 September 1965, D. N. Aidit mengalamatkan kepada gerilyawan PKI untuk mendesak anggota agar waspada dari berbagai kemungkinan yang akan datang. Pada 30 September 1965, Pemuda Rakyat dan Gerwani – dua organisasi PKI- menggelar unjuk rasa massal di Jakarta terkait dengan inflasi yang melanda.

Pada malam 30 September dan 1 Oktober 1965, enem Jendral senior Indonesia dibunuh dan mayat mereka dibuang ke dalam sumur. Pembunuh para Jendral mengumumkan keesokan harinya bahwa Dewan Revolusi baru telah merebut kekuasaan. Mereka menyebut diri sebagai Gerakan 30 September (G30S).

Dengan pertolongan dari Alloh Subhanahu wa Ta’alakemudian kerjasama yang baik antara TNI dengan rakyat terutama kaum Muslimin, pemberontakan G30S/ PKI ini dapat dihancurkan dan dinyatakan sebagai partai terlarang pada tahun berikutnya. (Disadur dari https://id.m.wikipedia.org/wiki/Partai_Komunis_Indonesia , dengan beberapa tambahan).

Demikianlah Partai Komunis Indonesia alias PKI, mereka sangat berambisi untuk menguasai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan menjadikannya sebagai negara komunis. Walau sudah puluhan tahun dibatasi ruang gerak mereka, namun geliat gerakan bawah tanahnya terus berjalan. Secara senyap mereka bermetamorfosa menjadi bentuk baru dan menyusup ke berbagai lini tanpa disadari.

Manakala banyak tokoh pelaku sejarah yang kontra-PKI telah ‘meninggal dunia’, mereka pun mulai bangkit secara nyata dan sok tampil sebagai penuntut keadilan dengan memutar fakta sejarah seolah-olah mereka adalah korban.

Terkait hal di atas, KASAD TNI Jendral Mulyono pada 30 September 2015 lalu memberikan peringatan waspada kepada seluruh rakyat Indonesia sebagaimana berikut ;

“Komunis akan bermetamorfosa menjadi bentuk baru, gerakannya makin sulit dikenali dan menyusup keberbagai lini tanpa disadari.”

“Kebangkitan ideologi komunis makin terlihat nyata , ada kelompok yang ingin memutar fakta sejarah seolah mereka adalah korban.” (http://m.detik,com/news/berita/3032290/ksad-kebangkitan-ideologi-komunis-semakin-nyata-waspada).

Bila demikian, PKI dan ideologi komunisme dengan segala bentuknya ibarat bom waktu yang setiap saat siap di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini. Maka dari itu, wajib bagi seluruh warga negara terutama kaum Muslimin untuk waspada. Dengan memohon pertolongan kepada Alloh Subhanahu w Ta’ala, berpegang teguh kepada kitab suci Al quran dan Sunnah Nabi-Nya yang mulia dengan pemahaman para sahabat yan mulia  serta bahu-membahu dengan pemerintah, baik sipil maupun militer.

Namun, tak kalah pentingnya bagi kita untuk mengtahui kesesatan komunisme selaku ideologi. Sebab dari situlah semua gerakan mereka berawal : di ranah politik, sosial, agama, berbangsa dan bernegara. Harapannya, dengan mengetahui kesesatan ideologinya, akan lebih kokoh dalam membentengi diri, keluarga, bangsa dan negara dari bahaya laten komunis.

Komunisme Dan Latar Belakangnya.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) disebutkan bahwa komunisme adalah paham atau ideologi (di bidang politik) yang menganut ajaran Karl Marx dan Fredrich Engels yang bermaksud menghapus hak milik perseorangan dan menggantikannya dengan milik bersama yang dikontrol oleh negara.

Merunut asal usunya, komunisme merupakan buah dari akar-akar idelogi sosialisme yang digulirkan oleh seorang keturunan Yahudi Jerman yang bernama Karl Marx. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) disebutkan, sosialisme adalah ajaran atau paham kenegaraan dan ekonomi yang berusaha supaya harta benda, indistri dan perusahaan menjadi milik negara.

Dari sisi latar belakang, ideologi sosialisme-komunisme muncul ketika kalangan atas alias borjuis banyak menguasai permodalan usaha dan tak memedulikan  kalangan bawah (proletar). Dengan kata lain, sosialisme-komunisme muncul untuk menumbangkan kapitalisme-imperialisme barat yang saat itu sedang berjaya.

Kaum sosialis-komunis bercita-cita agar kalangan bawah (proletar) yang mayoritasnya adalah buruh dan petani bisa sejahtera dan berkuasa. Menurut anggapan mereka, hanya dengan sosialisme-komunisme cita-cita tersebut akan tercapai.

Di antara langkah yang harus ditempuh adalah memasukkan harta benda, industri dan perusahaan ke dalam kepemilikan negara, tidak boleh dimiliki oleh perseorangan (swasta). Dengan demikian tidak ada kesempatan bagi kalangan Borjuis untuk menguasai modal dan menimbun harta. Dengan itulah-menurut mereka- kapitalisme dapat ditumbangkan dan keadilan dapat ditegakkan.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa pematik utama bergulirnya sosialisme adalah perbedaan kelas atau tingkat sosial kemasyarakatan yang dinilai dengan standar materi dan pembelaan terhadap kalangan bawah (Proletar). Adapun komunisme merupakan penerapan radikal dari sosialisme dalam lapangan politik. Untuk pertama kalinya, komunisme diterapkan dalam lapangan politik di Uni Soviet oleh Vladimir Ilyich Lenin.

Asy Syaikh al-Alllamah Rabi’ bin Hadi al-Madkhali hafizhohulloh ketika mengkritisi paham sosialis yang ada pada Sayyid Quthb mengatakan;

‘Tidak tersembunyi bahwa ini adalah argumentasi orang-orang komunis dan sosialis untuk menguasai harta manusia dan menjadikannya milik bersama denga isu keadilan, persamaan dan kepentingan bersama.

Itulah argumentasi orang-orang sosialis-komunis, padahal itu adalah kezaliman, kecurangan, pendiskreditan umat manusia dan berbagai kepentingan mereka serta menjadikan orang-orang kaya di antara mereka dan orang-orang miskin sebagai budak-budak yang hina setelah harta mereka dirampas.

Berbagai jaminan palsu dipromosikakn oleh orang-orang sosialis itu pun pasti akan menguap dan sirna. Cukuplah rekam jejak pemerintahan-pemerintahan sosialis-komunis sebagai pelajaran terbesar bagi orang-orang yang dapat mengambil pelajaran.’ (Adhwa’ Islamiyyah ala Aqidah Sayyid Quthb wa Fikrihi, hlm. 215-216).

Islam menolak komunisme dan kapitalisme. Islam berada di antara keduanya dan tidak membutuhkan keduanya. Komunisme memasung hak-hak kalangan atas. Kapitalisme memasung hak-hak kalangan bawah.

Islam tidak memasung hak-hak keduanya, justru memerhatikannya. Kalangan atas dan kalangan bawah, sama-sama mendapatkan haknya secara adil, sesuai kapasitas dan porsinya. Islam tidak menjadikan kalangan atas dan kalangan bawah sebagai dua tingkatan yang bermusuhan. Bahkan Islam berusaha merapatkan keduanya dalam tatanan kehidupan sosial kemasyarakatan yang indah dan menjadikan keduanya sebagai dua kekuatan yang saling melengkapi. Sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah ( صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ).

Rasulullah ( صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ) menyandingkan sahabat yang kaya dengan yang miskin dalam majelis-majelis beliau. Bahkan dalam shalat berjama’ah lima waktu yang merupakan momen bermunajat kepada Alloh paling mulia dalam Islam, nyaris tak terbedakan antara si kaya dan si miskin. Semua berdiri sama tinggi dan sama rendah menghadap Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Nilai kemuliaan seseorang tidak terletak pada materi atau tingkatan sosialnya tetapi pada ketaqwaannya kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala.

Di dalam Islam, kekayaan berupa harta benda, industri, perusahaan dan lain-lain merupakan rezeki yang datang dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Dengan keadilan-Nya yang Maha Sempurna, Alloh Subhanahu wa Ta’ala mengatur pembagian rezeki tersebut kepada siapa saja yang Dia kehendaki sesuai denga porsinya masing-masing. Ada yang diberi kelapangan dan ada pula yang diberi kesempitan. Semua itu sebagai tanda kekuasaan-Nya.

Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman ;

‘Tidakkah mereka mengetahui bahwa Alloh melapangkan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang dikehendaki-Nya? Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Alloh bagi kaum yang beriman.”  (az-Zumar; 52).

“Dan Alloh melebihkan sebagian kamu dari sebagian yang lain dalam hal rejeki.” (an Nahl: 71).

Islam selalu merekatkan hubungan antara kalangan atas dan kalangan bawah, si kaya dan si miskin. Tidaklah seperti kapitalisme yang memposisikan  kalangan atas pada posisi yang tinggi, sementara kalangan bawah menjadi orang rendahan yang tak mungkin disandingkan. Tidak pula seperti komunisme yang memosisikan kalangan atas sebagai musuh yang harus diperangi dan diambil hartanya, sementara kalangan bawah menjadi kaum tertindas yang harus dibela dan diperjuangkan haknya.

Diantara bentuk bimbingan Islam yang indah dalam merekatkan hubungan antara kalangan atas dan kalangan bawah adalah adanya zakat, infaq dan sedekah dengan berbagai jenisnya: zakat mal (harta), zakat peternakan, zakat hasil pertanian, rikaz dan lain-lain.  Ia dikeluarkan oleh si kaya lalu disalurkan kepada yang berhak mendapatkannya, termasuk orang-orang fakir dan miskin. Bahkan tidaklah zakat fitrah disalurkan melainkan untuk kalangan bawah fakir dan miskin semata.

Adanya kaffarah (denda) karena pelanggaran tertentu dalam agama dengan cara membebaskan budak atau memberi makan fakir dan miskin juga merupakan sentuhan langsung terhadap kalangan bawah. Tuntunan memasak daging dengan kuah yang banyak supaya bisa berbagi dengan tetangga, menyantuni anak-anak yatim dan para janda, larangan membunuh anak-anak, wanita dan orang lanjut usia (lansia) dalam pertemouran, hingga anjuran tebar senyum sebagai bentuk sedekah merupakan bukti tentang perhatian Islam terhadap kalangan bawah.

Di sisi lain, Islam meberikan kebebasan bagi siapa saja untuk mencari rezeki. segala yang dihasilkan dari jerih payah tersebut berupa harta benda, industri, perusahaandan lain-lain pun sah menjadi hak miliknya. Dia berkewenangan untuk mengelola dan menikmati hasilnya. Ini menunjukkan bahwa Islam memerhatikan kalangan atas.

Namun, Islam mengharamkankezaliman dan tindakan semena-mena. Islam tidak menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang dan meraup keuntungan. maka dari itu Islam mnegharamkan riba, suap, monopoli perdagangan, kecurangan, penimbunan barang dagangan agar harga melambung dan tindakan liar lainnya. ini menunjukkan bahwa islam kontra-kapitalisme.

Pokok-Pokok Ideologi Komunis

Banyak orang mengira bahwa sosialisme-komunisme hanyalah sebatas ideologi yang berkaitan dengan sistem ekonomi dan politik yang bermaksud menghapus milik perseorangan dan menggantikannya dengan milik bersama. Sebuahideologi yang kontra total dengan kapitalisme dan berusaha mengangkat derajat kalangan bawah. Padahal masalahnya tidak sebatas itu.

Sosialisme-komunisme mempunyai pokok ideologi kufur yang sangat bertentangan dengan Islam bahkan semua agama samawi. Pokok ideologi komunis tersebut antara lain,

  1. Tidak ada Tuhan dan hidup adalah materi (materialistis).
  2. Ingkar terhadap hari kiamat.
  3. Ingkar terhadap al-Jannah (surga) dan an-Naar (neraka).
  4. Menentang semua agama.

Asy-Syaikh al-Allamah Abdul Aziz bib Baz rohimahulloh berkata,

“Diantara akidah kufur yang bertentangan dengan akidah yang benar dan menyelisihi agama yang dibawa oleh para Rosul ‘Alaihimus salam adalah keyakinan kaum atheis masa kini pengikut Karl Marx, Vladimir Ilyich Lenin dan para penyeru atheis dan kekufuran selain mereka, baik mereka beri nama dengan sosialisme, komunisme, ba’ts atau yang selainnya.

Diantara pokok-pokok ideologi mereka antara lain: tidak ada Tuhan, hidup adalah materi (materialistis), ingkar terhadap hari kiamar, ingkar terhadap al-Jannah dan an-Naar serta menentang semua agama.

Barang siapa meneliti buku-buku referensi mereka dan menkaji poko-pokok ideologi mereka, niscaya ia akan tahu dengan penuh keyakinan dan tanpa keraguan bahwa akidah ini bertentangan dengan semua agama samawai. Dia juga akan yakin bahwa akidah ini akan mengantarkan penganutnya kepada kesudahan terburuk di dunia dan di akherat.” (al-Aqidah ash-Shahihah wama Yadhadduha, hal. 12-13).

Ideologi mereka bahwa tidak ada Tuhan dan hidup adalah materi (materialistis): sungguh merupakan kekufuran yang nyata. Idelogi bahwa tidak ada Tuhan (baca: Rabb) yang menciptakan alam semesta dan seisinya adalah ideologi atheis yang membinasakan. Ia betentangan dengan kitab Suci dan fitah yang suci. Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

“Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sensiri)? Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi itu? Sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan).” (ath-Thur: 35-36).

Asy-Syaikh al-Allamah Abdur Rahman bin Nashir as-Sa’di rohimahulloh berkata,

“Ini merupakan bentuk penyajian argumen, dengan sesuatu yang mau tidak mau mereka harus tunduk kepada kebenaran atau keluar dari konsekuensiakal dan agama. Penjelasannya adalah bahwa mereka mengingkari tauhidulloh dan mendustakan Rosul-Nya yang mengharuskan pengingkaran bahwa Alloh yang menciptakan mereka.

Sungguh, telah ditetapkan sebagai hukum akal dan syariat bahwa hal ini tidak keluar dari tiga keadaan, yaitu (1) bisa jadi mereka tercipta dengan sendirinya, yakni tanpa ada Sang Pencipta yang menciptakan mereka, tetapi ada dengan sendirinya. Ini tentunya sangat mustahil. Atau (2) mereka menciptakan diri mereka sendiri. Ini juga mustahil. Jika dua kemungkinan itu batil dan mustahil terjadi, tinggal kemungkinan yang ketiga bahwa (3) Alloh yang menciptakan mereka.

Jika hal ini telah diakui maka dapatlah diketahui bahwa Alloh-lah satu-satunya Dzat yang patut diibadahi dan tidaklah pantas suatu ibadah diberikan kecuali hanya kepada-Nya.” (Taisir al-Karimir Rahman, hal. 816).

Setiap manusia yang mengarungi kehidupan ini pasti mengalami problem. Terkadang problem ituamat berat dan sulit dipecahkan. Saat itulah jiwanya terfitrah mencari tempat bersandar dan mengadu di atas manusia, bahkan yang menciptakan manusia dan seluruh jagat raya.

Ideologi mereka bahwa hidup adalah materi (materialistis) sangat bertenatangan dengan prinsip Islam yang menekankan bahwa hidup adalah berserah diri dan menghamba kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Tunduk dan patuh kepada-Nya dengan menjalankan segala perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya.

Materi adalha bagian dari kehidupan dunia yang fana. Ia adalah fitnah yang dapat menjadikan pemiliknya semena-mena dan melampaui batas. Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

“Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas. Karena dia melihat dirinya serba cukup.” (al-Alaq: 6-7).

Kehidupan materialistis tak ubahnya kehidupan binatang. Itulah kehidupan orang-orang kafir di muka bumi ini. Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

“Sesungguhnya Alloh memasukkan orang-orang mu’min dan beramal sholehke dalam al-Jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Orang-orang kafir bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang. Dan Jahannam adalah tempat tinggal mereka.” (Muhammad: 12).

Ideologi mengingkari hari kiamat, al-Jannah dan an-Naar merupakan kekufuran yang nyata. Beriman kepada hari kiamat, al-Jannah dan an-Naar  merupakan salah satu rukun iman yang harus diyakini oleh setiap muslim. Barangsiapa mengingkarinya, dia kafir. Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Pada hari ketika langit benar-benar bergoncang dan gunung benar-benar berjalan. Maka kecelakaan yang besar di hari itu bagi orang-orang yang mendustakan, (yaitu) orang-orang yang bermain-main dalam kebatilan. Pada hari mereka didorong ke neraka Jahannam dengan sekuat-kuatnya. (Dikatakan kepada mereka), “Inilah neraka yang dahulu kamu selalu mendustakannya.” (ath-Thur: 9-14).

Ideologi mereka menentang semua agamamerupakan bukti nyata bahwa orang-orang komunis itu liardan tak mau diatur oleh aturan agama. Menurut bapak komunisme dunia, Karl Marx, agama adalah opium alias candu. Maksudnya, agama tidak membawa kebaikan dan hanya mendatangkan malapetaka. Agama hanya menipu dan menyesatkan masyarakat.

Maka dari itu orang-orang komunis sangat membenci orang-orang yang taat beragama, terkhusus muslim. Tak heran, di kala mereka memiliki kekuasaan dan merajalela, tokoh-tokoh muslimlah yang pertama kali menjadi target kekejaman dan kebengisan mereka. Dari paparan di atas dapatlah disimpulkan bahwakomunisme sangat berbahaya bagi kehidupan umat manusia pada umumnya dan bangsa Indonesia pada khususnya. Maka dari itu, komunisme tak boleh hidup di Indonesia. Pokok-pokok ideologinya yang notabene kekufuran nyata dapat menghancurkan kehidupan beragama kita. Sistem ekonomi dan politiknya yang radikal terhadap kepemilikan swasta dapat m,erusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Pembelaan yang berlebihan terhadap kalangan bawah alias proletar dan kebencian yang akut terhadap kalangan atas alias borjuis dapat menimbulkan konflik internal yang berkepanjangan di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang majemuk ini.

Komunisme adalah bahaya laten yang harus senantiasa dipantau, diwaspadai dan dipangkas akarnya. Komunisme bagaikan bom waktu yang harus segera dijinakkan. Untuk menjinakkannya dibutuhkan ilmu, keberanian, ketangkasan dan penanganan yang tepat. Kalau tidak, bukan suatu hjal yang mustahil peristiwa 1948 di Madiun dan G30S/ PKI 1965 terulang kembali. Na’udzu billahi min dzalik.

Mudah-mudahan Alloh Subhanahu wa Ta’ala melindungi bangsa dan negara Indonesia dari rongrongan dan makar jahat PKI, menjaga para pemimpin bangsa dan rakyat dari pokok-pokok ideologikomunis yang sesat dan menyesatkan dan melimpahkan barokah kepada segenap insan muslim yang berteguh diri di atas bimbingan Rosululloh ( صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ) dan para sahabatnya yang mulia. Amin…

(Sumber: Majalah Asy Syari’ah edisi 113, Vol. X/ 1437 H/ 2016).


Penulis: Al Ustadz Ruwaifi bin Sulaimi, Lc

There are 3 comments left Go To Comment

  1. Abu ayyub Toto /

    Yaa Allah Lindungilah Pemerintah dan Kaum Muslimin dari musuh musuh Islam…اميت

  2. abu abdurrahman indramayu /

    Bismillah walhamadulillah. Tampak jelas kesesatan paham komunis dan yang semisalnya. Sehingga wajib bagi kita untuk meninggalkan, menjauhi paham komunis tersebut. Allohul musta’an.

  3. Pingback: Bom Waktu Komunisme – KONTRA KOMUNISME /

Leave a Reply