• Menentang Hukum Ilahi, Merongrong Akidah

    menentang-hukum-Ilahi

    Allah subhanahu wa ta’ala memiliki nama-nama yang indah dan mulia serta sifat-sifat yang tinggi dan agung. Tentang keindahan nama-nama dan ketinggian sifat-Nya, tidak ada seorang makhluk pun yang akan mengingkarinya karena mereka secara fitrah mengakui hal tersebut. Saat rusak fitrahnya, di sinilah penentangan, pengingkaran, penyimpangan, dan penyelewengan manusia terjadi. Orang-orang yang beriman akan mengimani dan meyakininya, setelah itu mengaplikasikan segala konsekuensinya dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, tidak cukup hanya mengilmui bahwa Allah subhanahu wa ta’ala memiliki nama-nama yang indah serta sifat-sifat yang tinggi dan mulia, tetapi tidak mewujudkannya dalam amal nyata. Kenyataan hidup yang mereka lakoni dan segala bukti yang mereka

    [selanjutnya...]
  • Tauhid Awal Dakwah Ilallah

    bulan

    Dakwah kepada jalan Allah subhanahu wa ta’ala menurut pandangan syariat adalah amalan dan bentuk ibadah yang besar, agung, dan mulia, apabila syaratnya terpenuhi dan tidak ada penghalangnya. Dalil yang menunjukkan agungnya tugas ini sangat banyak, baik dari al- Qur’an, sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maupun amalan para nabi, rasul, serta orang-orang saleh. Di antaranya ialah firman Allah, وَمَنۡ أَحۡسَنُ قَوۡلٗا مِّمَّن دَعَآ إِلَى ٱللَّهِ وَعَمِلَ صَٰلِحٗا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ ٱلۡمُسۡلِمِينَ ٣٣ Dan siapa lagi yang lebih baik ucapannya dari seseorang yang menyeru kepada Allah dan beramal saleh serta berkata, “Sesungguhnya saya termasuk orang-orang yang berserah diri?” (Fushilat: 33) قُلۡ

    [selanjutnya...]
  • Mengharap Syafaat Pada Hari Kiamat

    gunung

    Setiap muslim pasti mengharapkan syafaat di akhirat nanti. Dia berharap agar pada hari tersebut syafaat bermanfaat baginya. Sungguh, alangkah sengsaranya seorang yang pada hari tersebut terhalang untuk mendapatkan syafaat. Memang tidak semua orang pantas mendapatkan syafaat. Hanya orang yang memenuhi syarat yang bisa mendapatkan syafaat di akhirat. Allah ‘azza wa jalla mengabarkan keadaan mereka ini dalam firman-Nya, فَمَا تَنفَعُهُمۡ شَفَٰعَةُ ٱلشَّٰفِعِينَ ٤٨ “Tidaklah bermanfaat bagi mereka syafaat para pemberi syafaat.”(al-Muddatstsir: 48) Apa Itu Syafaat? Syafaat adalah menjadi perantara bagi yang lain untuk mendapatkan manfaat atau menolak mudarat. Contohnya, syafaat untuk mendatangkan kebaikan, syafaat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi penduduk

    [selanjutnya...]
  • Urgensi Ikhlas

    air segar

    Asy Syaikh Muhammad Nasirudin Al Albani rahimahullah mengatakan, “Orang yang jahil mungkin untuk memberikan hidayah kepadanya dengan mudah. Karena dia merasa memiliki ilmu yang sedikit dan jika jelas bagi dia ilmu yang benar maka dia akan mendapatkan hidayah. Oleh karena itulah saya sering menyampaikan dalam banyak kesempatan bahwa pada sebagian kelompok-kelompok yang ada pada hari ini – dan mereka menyimpang dari dakwah kita – saya berpandangan bahwa pada mereka ada keikhlasan. Maka saya katakan, “Mereka lebih saya cintai daripada orang-orang yang bersama kita dalam dakwah kita akan tetapi menjadi jelas bahwa mereka tidak bersama kita dalam keikhlasan. Padahal keikhlasan merupakan

    [selanjutnya...]
  • PERMISALAN TAUHID

    fruit_trees

    Ibnul Qoyim rahimahullah menuturkan, “Keikhlasan dan tauhid adalah pohon yang tumbuh di hati. Cabang-cabangnya adalah amalan. Buah-buahnya adalah kehidupan yang baik di dunia dan kenikmatan yang terus menerus di akhirat.” (Al Fawaid hal. 164) ‏قال ابن القيم : رحمه الله ‏الإخلاص والتوحيد ؛ ‏. ‏شجرةٌ في القلب فروعها الأعمال ‏. ‏وثمرها طيب الحياة في الدنيا ‏. ‏والنعيم المقيم في الآخرة . ‏الفوائد [١٦٤]

    [selanjutnya...]
  • Pertanda Naik dan Turunnya Keimanan

    steve-wynne-hills-of-tuscany-i

    Asy Syaikh Zaid bin Muhammad Al Madkhaly rahimahullah Iman yang merupakan ucapan dengan lisan, keyakinan dalam hati, dan amalan dengan anggota badan akan bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan. Bertambah dengan amalan shalih dan berkurang dengan amalan kejelekan dari setiap mukalaf. Maka setiap kali seorang muslim bertambah ketaatannya bertambah pula keimanannya dan akan menjadi besar di dalam hatinya. Setiap kali berkurang ketaatannya dan jatuh dalam kemaksiatan, berkuranglah keimanannya. Dan keimanan dapat berkurang terus hingga tak tersisa dalam hatinya melainkan lebih kecil dari sekadar biji sawi. Kalau begitu, bertambahnya keimanan itu dengan menjalankan ketaatan dan meninggalkan kemaksiatan serta menjauhinya. Bertambahnya

    [selanjutnya...]
  • Bom Waktu Komunisme

    komunis

    Komunis adalah sebuah kata yang tabu di telinga mayoritas rakyat Indonesia, terlebih kaum Muslimin. Bahkan sebagian orang mungkin sangat trauma ketika mendengar kata-kata komunis, karena dapat membuka luka lama dan mengingatkan rekam jejakorang-orang komunis yang sadis, kejam dan tak berkeprikemanusiaan. Dengan kendaraan Partai Komunis Indonesia (PKI), mereka bergerak. Berbagai operasi berdarah pun mereka lakukan atas nama revolusi. Menelisik sejarahnya, orang-orang komunis di negara ini tak pernah patah arang mewujudkan cita-cita jahat mereka, yaitu merebut kekuasaan tertinggidi bumi Nusantara ini dan menjadikannya sebagai negara komunis. Makar dan kekuatan terselubung senantiasa mereka himpun. Kader-kader setia mereka, baik sipil maupun militer, didoktrin siaga

    [selanjutnya...]
  • Rahasia Dibalik Ujian Seorang Mu’min

    Camille-Seaman-storm-clouds-3

    al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata : “Di antara rahmat-Nya Dia menjadikan dunia bagi mereka terasa susah dan sempit. Agar mereka tidak tinggal padanya dan tidak tenang di dalamnya. Lalu mereka mengharapkan kenikmatan yang kekal di Jannah(surga)-Nya, dan di sisi-Nya. Maka Allah Ta’ala menyampaikan mereka ke Jannah dengan penuh ujian dan cobaan. Maka Allah Ta’ala halangi mereka (dari kesenangan dunia) untuk Dia memberikan kepada mereka (kenikmatan jannah), Dia menguji mereka untuk Dia selamatkan mereka, dan Allah Ta’ala mematikan mereka untuk Dia menghidupkan mereka kembali.” Ighatshah al-Lahfan juz 2, hal 917 قال ابن القيم رحمه الله : ( في فوائد ابتلاء المؤمنين ) «

    [selanjutnya...]
  • Untuk Apa Kita Diciptakan?

    bulan

    Coba perhatikanlah sekeliling kita, hamparan bumi menghijau, gunung-gunung gagah menjulang tinggi, dan langit biru cerah terhiasi dengan awan putih. Berjuta-juta makhluk bertebaran di muka bumi ini menjalini siklus kehidupannya masing-masing. Semuanya berjalan dengan teratur dan rapi, tentunya akal sehat kita akan berpikir pasti ada Dzat yang menciptakan, memiliki, mengatur, dan menyempurnakan itu semua. Ya Dialah Allah, sebagaimana firman-Nya: {( قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُم مِنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ أَمَنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالأَبْصَارَ وَمَن ُيخْرِجُ الحَيَّ مِنَ المَيِّتِ وَيُخْرِجُ المَيِّتَ مِنَ الحَيِّ وَمَن يُدَبِّرُ الأَمْرَ فَسَيَقُولُونَ اللهُ فَقُْل أَفَلَا تَتَّقُونَ )} [يونس: ٣١] “Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezki pada kalian dari langit dan bumi,

    [selanjutnya...]