• Awas Perpecahan

    Broken-Mirror-by-Bing-Wright-3

    Asy Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’iy rahimahullah berpesan, “Wajib untuk mempersatukan barisan kita dan wajib untuk mengajak kembali kepada Al Quran dan As Sunnah. Maka siapa yang mengajak kepada perpecahan dikhawatirkan akan turun petir dari langit menyambarnya. Karena kaum muslimin sangatlah membutuhkan untuk bersatu di bawah naungan Al Quran dan As Sunnah.” (An Nasaih Wal Fadhaih hal.126) ‏قال الشيخ مقبل بن هادي الوادعي رحمه الله: “فيجب أن نوحد صفنا، وأن ندعو إلى الكتاب والسنة، والذي يدعو إلى الفرقة يخشى أن تنزل عليه صاعقة من السماء، لأن المسلمين أحوج ما يكون إلى جمع الكلمة تحت ظل الكتاب والسنة.” ‏[نصائح وفضائح

    [selanjutnya...]
  • Sepuluh Kegelapan

    night

    Ibnul Qoyim rahimahullah mengatakan, “Orang-orang yang keluar dari ketaatan dan pengikutan kepada para Rasul -shalawatullah wa salamuhu alaihim- bergelimpangan dalam sepuluh kegelapan : – gelapnya tabiat – gelapnya kebodohan – gelapnya hawa nafsu – gelapnya perkataan – gelapnya perbuatan – gelapnya pintu masuk – gelapnya pintu keluar – gelapnya alam kubur – gelapnya hari kiamat – gelapnya negeri akhirat Maka kegelapan selalu menyertai mereka di ketiga alam mereka.” (Ijtima’ul Juyus hal.16) قال ابن القيم رحمه الله: “والخارجون عن طاعة الرسل صلوات الله وسلامه عليهم ومتابعتهم يتقلَّبون في عشر ظلمات: ‏ظلمة الطبع وظلمة الجهل وظلمة الهوى وظلمة القول وظلمة العمل وظلمة

    [selanjutnya...]
  • PERMISALAN SUNNAH DI DUNIA

    sungai

    Sahl Ibnu Abdillah rahimahullah berkata, “Permisalan sunnah di dunia seperti permisalan surga di akhirat. Barang siapa yang masuk surga di akhirat, maka dia akan selamat. Dan barang siapa yang masuk sunnah di dunia, maka dia juga akan selamat.” (Dzamul Kalam 4/384) ‏🔹قَـالَ سَهْل بنُ عَبدِ الله رَحِمَهُ الله- : ‏(مثل السّـُنَّة في الدنيا مثل الجنة في الآخرة ‏من دخـل الجـَنّة في الآخـرة سَلِم، ومن دخـل السُّـنَّة في الدنيا سَلِم ) . ‏ذم الكلام : (٣٨٤/٤) Sumber : 🔹قَـالَ سَهْل بنُ عَبدُ الله رَحِمَهُ الله- : (مثل السّـُنَّة في الدنيا مثل الجنة في الآخرةمن دخـل الجـَنّة في الآخـرة سَلِم، ومن دخـل السُّـنَّة في

    [selanjutnya...]
  • Siapa Teman Duduk Anda?

    372-31

    Sufyan ats-Tsauri rahimahullah menuturkan, “Tangisilah dan sayangilah dirimu, karena seandainya engkau tidak menyayanginya, maka engkau tidak akan disayangi. Jadikanlah teman dudukmu adalah orang yang menjadikanmu zuhud terhadap dunia dan cinta terhadap akhirat. Berhati-hatilah engkau dari bermajelis dengan ahli dunia yang berdalam-dalam pada pembicaraan dunia. Karena sesungguhnya mereka akan merusak agama dan hatimu. Perbanyaklah mengingat kematian dan meminta ampunan untuk dosa-dosamu yang telah berlalu. Dan mintalah keselamatan kepada Allah untuk umurmu yang tersisa.” (Hilyatul Auliya, 7/82) قال سفيان الثوري رحمه الله تعالى: ابك على نفسك وارحمها ، فإن أنت لم ترحمها لم تُرحم ، وليكن جليسك من يزهدك في الدنيا ويرغبك

    [selanjutnya...]
  • Rekaman Kajian Ilmiah Islamiah “Bom Waktu Komunisme, Waspadalah Indonesia!”

    rec

    Audio rekaman kajian ilmiah islamiah “Bom Waktu Komunisme, Waspadalah Indonesia!” yang dilaksanakan pada tanggal 24 Juli 2016 bertempat di Masjid Al Ittihad Kompleks Islamic Center Indramayu bisa diunduh pada tautan berikut. https://drive.google.com/drive/u/0/folders/0BykQuEqpjdOFUU5oWEJLZDVmMzQ

    [selanjutnya...]
  • Bom Waktu Komunisme

    komunis

    Komunis adalah sebuah kata yang tabu di telinga mayoritas rakyat Indonesia, terlebih kaum Muslimin. Bahkan sebagian orang mungkin sangat trauma ketika mendengar kata-kata komunis, karena dapat membuka luka lama dan mengingatkan rekam jejakorang-orang komunis yang sadis, kejam dan tak berkeprikemanusiaan. Dengan kendaraan Partai Komunis Indonesia (PKI), mereka bergerak. Berbagai operasi berdarah pun mereka lakukan atas nama revolusi. Menelisik sejarahnya, orang-orang komunis di negara ini tak pernah patah arang mewujudkan cita-cita jahat mereka, yaitu merebut kekuasaan tertinggidi bumi Nusantara ini dan menjadikannya sebagai negara komunis. Makar dan kekuatan terselubung senantiasa mereka himpun. Kader-kader setia mereka, baik sipil maupun militer, didoktrin siaga

    [selanjutnya...]
  • Seseorang Berada Diatas Agama Temannya

    pohon

    Asy Syaikh Al-Allamah Shalih Al-Fauzan hafizhahullah ditanya: Pertanyaan: Hadits Rasulullah shallallahu alaihi wasallam: Seorang itu di atas agama teman dekatnya. Berikanlah penjelasan kepada kami (tentang) hadits ini. Jawaban: Haditsnya sudah jelas, sesungguhnya seorang sahabat, kawan, teman duduk itu akan bisa mempengaruhi teman duduknya, kawannya. Maka wajib bagi seorang muslim untuk memilih teman yang shalih yang ia bisa mengambil manfaat dengan berteman dengannya, memperkuat agamanya dengannya dan wajib menjauhi teman yang buruk. Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: ” Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk itu ibarat penjual minyak misik dan pandai besi. Teman yang baik itu ibarat penjual minyak

    [selanjutnya...]
  • Menjaga Kehormatan Muslimin

    sunset-142186_960_720

    Lima belas abad yang lalu, saat menunaikan haji wada’, Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam berkhutbah di Padang Arafah, pada tanggal Sembilan Dzulhijjah di hadapan manusia yang sedang menunaikan ibadah wukuf. Demikian pula khutbah ini beliau ulangi kembali pada keesokan harinya di Mina dalam khutbah ’ied. Beliau mewasiatkan kepada seluruh kaum muslimin : “Sesungguhnya darah kalian, harta kalian, dan kehormatan kalian haram atas kalian, sebagaimana haramnya hari ini, di negeri kalian ini, dan di bulan ini. Kalian kelak akan bertemu dengan Rabb kalian maka Dia akan menanyakan kepada kalian tentang amal-amal kalian. Karenanya jangan sekali-kali sepeninggalku nanti kalian kembali kafir (atau sesat)

    [selanjutnya...]
  • Syaikh MUHAMMAD BIN ABDUL WAHHAB AN-NAJDI BUKANLAH KHAWARIJ (bag.2)

    star

    Syaikh MUHAMMAD BIN ABDUL WAHHAB AN-NAJDI BUKANLAH KHAWARIJ (bag.2) Diposting oleh webadmin pada 17/04/2015 Di Tulis Oleh Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Berbeda dengan Khawarij dalam Masalah ‘Takfir’ Takfir adalah pengkafiran suatu pihak. Salah satu perbedaan utama antara Ahlussunnah dengan Khawarij adalah : Khawarij tidak membedakan antara takfir al-fi’l (kekufuran sebuah perbuatan) dengan takfir al-‘faa-‘il/ takfir al-muayyan (kekafiran orang tertentu). Ahlussunnah membedakan antara keduanya. Bisa jadi sebuah perbuatan atau ucapan adalah kekufuran, namun kita tidak bisa memvonis orang yang melakukan perbuatan atau ucapan kekufuran itu secara otomatis adalah sebagai orang yang kafir sebagai hukum pada individu tersebut. Harus dilihat parameter

    [selanjutnya...]