• BUAH KEJUJURAN DAN KEIKHLASAN

    pesawat

    Asy Syaikh Abdulaziz bin Baz rahimahullah menasihatkan, “Siapa yang jujur kepada Allah dan ikhlas karena-Nya, maka Allah akan memberikan padanya taufik dan menolongnya. Allah berkahi kesungguhannya dan Allah berikan hidayah ke umat karenanya. Allah jadikan baginya lisan yang jujur di alam semesta karena kejujuran dan keikhlasannya.” (Majmu’ Fatawa 24/27) ‏▪قال الإمام ابن باز رحمه الله: ‏”من صدق مع الله وأخلص لله؛ وفّقه الله وأعانه، وبارك في جهوده، وهدى به الأمة وجعل له لسان صدق في العالمين بسبب صدقه واخلاصه”. ‏مجموع الفتاوى ٢٤/٢٧ Sumber : ▪قال الإمام ابن باز رحمه الله: "من صدق مع الله وأخلص لله؛ وفّقه الله وأعانه، وبارك

    [selanjutnya...]
  • SUDAH BENARKAH TAWADHU ANDA?

    boat

    Asy Syaikh Dr. Muhammad bin Ghalib Al Umary hafidzahullah berkata, “Ibnul Qoyim rahimahullah mengatakan, ‘Tingkatan tawadhu tidak layak untukmu sampai engkau menerima kebenaran yang datang dari orang yang engkau cintai dan juga kebenaran yang datang dari orang yang engkau benci. Maka engkau menerima kebenaran dari musuhmu sebagaimana engkau menerimanya dari loyalismu’. (Madarijus Salikin 3/126) Saya katakan, “Betapa indahnya petuah beliau rahimahullah, maka bukanlah dari sikap tawadhu sedikitpun engkau mencocoki siapa yang engkau cintai secara mutlak dan engkau menyelisihi siapa yang engkau benci secara mutlak.” قال الشيخ د.محمد بن غالب العمري حفظه الله: ‏[مقياس التواضع] ‎‏ قال ابن القيم رحمه الله

    [selanjutnya...]
  • JANGAN RUSAK PUASA KITA

    pecah

    قال الإمام أحمد رحمه الله ( كانوا إذا صاموا قعدوا في المساجد وقالوا نحفظ صومنا ولا نغتب أحدا ولا نعمل عملا يجرح به صومنا. ) [المغني ٤/٤٤٧] Berkata Al Imam Ahmad rahimahullah, “Dahulu jika mereka berpuasa, mereka duduk di masjid-masjid dan mengatakan, ‘Mari kita jaga puasa dengan tidak menggibahi seseorang, dan tidak mengamalkan amalan yang karenanya puasa kita rusak.” [Al Mughni 4/447]

    [selanjutnya...]
  • BESARNYA KENIKMATAN ALLAH

    Ramadan Lantern

    Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah berkata, “Termasuk dari faedah-faedah puasa adalah pengetahuan insan akan besarnya kenikmatan Allah yang ada padanya dari kemudahan makanan, minuman, dan hubungan badan–jika yang sudah berkeluarga–. Sisi itu dilihat dari keberadaan manusia yang tidak mengetahui besarnya kenikmatan kecuali dengan kebalikannya. Seperti yang dikatakan, ” Dengan kebalikannya, jelaslah segala sesuatu.” Manusia yang kenyang tidak mengetahui sakitnya kelaparan. Jika lapar atau haus, dia mengerti sakitnya kelaparan dan mengerti besarnya kenikmatan dengan kekayaan. Demikian juga dengan pengingatan manusia akan saudaranya si fakir yang tidak mampu untuk makan dan minum, dia akan menyayanginya dan bersedekah padanya.” [Syarhu

    [selanjutnya...]
  • Mengenal Masyaikh Yang Akan Hadir dalam Daurah “Miratsul Anbiya” ke-10 1435 H/2014 H (REVISI)

     Asy-Syaikh DR. Khalid bin Dhahwi azh-Zhafiri hafizhahullah Nama beliau tidak asing lagi bagi para pemerhati Daurah Nasional Masyaikh yang berlangsung di Masjid Manunggal Bantul Yogjakarta setiap tahunnya ini. Terlebih lagi, bagi kalangan Salafiyyin di Nusantara ini, beliau benar-benar akrab bagi mereka. Karena memang beliau senantiasa aktif dan rutin datang ke Indonesia dalam momen Daurah Nasional yang merupakan daurah Ahlus Sunnah terbesar di Indonesia, yang kini diberi nama Daurah “Miratsul Anbiya”, dan telah memasuki tahun ke-10. Sejak tahun 2006 M, asy-Syaikh Khalid azh-Zhafiri hampir tidak pernah ‘absen’. Beliau adalah salah seorang “orang penting” di situs http://sahab.net , salah satu situs salafiyyin paling bergengsi

    [selanjutnya...]