• JANGAN RUSAK PUASA KITA

    pecah

    قال الإمام أحمد رحمه الله ( كانوا إذا صاموا قعدوا في المساجد وقالوا نحفظ صومنا ولا نغتب أحدا ولا نعمل عملا يجرح به صومنا. ) [المغني ٤/٤٤٧] Berkata Al Imam Ahmad rahimahullah, “Dahulu jika mereka berpuasa, mereka duduk di masjid-masjid dan mengatakan, ‘Mari kita jaga puasa dengan tidak menggibahi seseorang, dan tidak mengamalkan amalan yang karenanya puasa kita rusak.” [Al Mughni 4/447]

    [selanjutnya...]
  • BEDAKAN HARI BERPUASA DAN HARI BERBUKA

    800px-Welcome_Ramadhan

    قال جابر بن عبد الله رضي الله عنهما: ( إذا صمت فليصم سمعك وبصرك ولسانك عن الكذب والمآثم، ودع أذى الخادم، وليكن عليك وقار وسكينة يوم صيامك، ولا تجعل يوم فطرك ويوم صيامك سواء ) [المصنف لابن أبي شيبة ٨٩٦٥] Sahabat Jabir bin Abdillah radhiyallahu’anhuma berpesan, “Apabila Anda berpuasa, puasakanlah pendengaran, penglihatan, dan lisan Anda dari kedustaan dan perbuatan dosa. Tingggalkanlah sikap mengganggu pekerja. Hendaknya Anda bersikap tenang dan penuh sakinah pada hari berpuasa. Janganlah Anda jadikan hari berpuasa dan hari berbuka Anda sama!” (Al Mushonaf Ibnu Abi Syaibah No. 8965)

    [selanjutnya...]
  • BESARNYA KENIKMATAN ALLAH

    Ramadan Lantern

    Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah berkata, “Termasuk dari faedah-faedah puasa adalah pengetahuan insan akan besarnya kenikmatan Allah yang ada padanya dari kemudahan makanan, minuman, dan hubungan badan–jika yang sudah berkeluarga–. Sisi itu dilihat dari keberadaan manusia yang tidak mengetahui besarnya kenikmatan kecuali dengan kebalikannya. Seperti yang dikatakan, ” Dengan kebalikannya, jelaslah segala sesuatu.” Manusia yang kenyang tidak mengetahui sakitnya kelaparan. Jika lapar atau haus, dia mengerti sakitnya kelaparan dan mengerti besarnya kenikmatan dengan kekayaan. Demikian juga dengan pengingatan manusia akan saudaranya si fakir yang tidak mampu untuk makan dan minum, dia akan menyayanginya dan bersedekah padanya.” [Syarhu

    [selanjutnya...]
  • HUKUM MENYAMBUT dan BERGEMBIRA dengan KEDATANGAN RAMADHAN serta MENGUCAPKAN SELAMAT atas Kedatangan Ramadhan KEPADA KERABAT dan TEMAN

    marhaban_ya_ramadhan

    ~~~~~~~~~~~~~~~ 📬 Pertanyaan : Apa hukum menyambut Ramadhan, serta menyampaikan kabar gembira dan mengucapkan selamat atas datangnya Ramadhan kepada karib kerabat dan teman dekat? Al-‘Allamah ‘Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah menjawab : “🔏 Ramadhan adalah bulan yang agung, bulan Mubarak (dibarakahi), dan kaum muslimin bergembira karenanya. ☀ Dulu Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan para shahabatnya juga BERGEMBIRA dengan datangnya bulan Ramadhan. 🔑 Dulu Nabi shallallahu alaihi wa sallam juga MENYAMPAIKAN BERITA GEMBIRA kepada para shahabatnya dengan kedatangan Ramadhan. 🌠 Jadi apabila kaum muslimin bergembira dan menyampaikan kabar gembira dengan datangnya Ramadhan,  serta MENGUCAPKAN SELAMAT satu sama lain

    [selanjutnya...]
  • Kajian Islam Ilmiyah Menyongsong Bulan Ramadhan: TAK ADA KATA TIDAK TUK SEMUA KEBAIKAN

    pantai

    Dengan Mengharap Ridho Allah Ta’ala ⚪Menyongsong Bulan Barokah ✒✒ Hadirilah 🖋🖋 📝Kajian Islam Ilmiyah Tema 📢: TAK ADA KATA TIDAK TUK SEMUA KEBAIKAN Bersama 💺 : Al Ustadz Muhammad Umar As Sewed حفظه الله ( Pengasuh pondok pesantren Dhiyaus Sunnah – Cirebon) Insya Allah : 🗒Hari/Tanggal : Sabtu 28 Sya’ban 1437H/4Juni 2016M Waktu :⏰ 09:30-15:00WIB Tempat :🕌 Masjid Al Muhsinin ( komplek Ma’had Al Imam Al Mujaddid AsySyafi’i ) Jl.Stana Bojongsari Kelurahan Bojongsari Indramayu Jawa Barat Acara ini bisa antum ikuti melalui : 📻Radio Dakwah Salafiyah Indramayu (RASYAD) 93,1FM (Wilayah kota) 💻 http://www.salafyindramayu.com 📥 📲Aplikasi Android tersedia di Play Store:

    [selanjutnya...]
  • Awas Susah Terima Nasehat!

    drip-1032743_960_720

    بسم الله الرحمن الرحيم قال ابن مسعود رضي الله عنه: “وإن من أكبر الذنوب عند الله أن يقول الرجل للرجل: اتق الله، فيقول: عليك نفسك.” [الدعاء لابن فضيل ١.٧] Berkata Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, “Sesungguhnya termasuk dari dosa-dosa terbesar di sisi Allah adalah seseorang menasihatkan pada orang lain, “Bertakwalah kepada Allah!” Lalu orang itu membantah, “Urus dirimu sendiri!” (Ad Du’a, Ibnu Fudhail, 107) Alih Bahasa: Ustadz Zaki Ibnu Salman

    [selanjutnya...]
  • Bom Waktu Komunisme

    komunis

    Komunis adalah sebuah kata yang tabu di telinga mayoritas rakyat Indonesia, terlebih kaum Muslimin. Bahkan sebagian orang mungkin sangat trauma ketika mendengar kata-kata komunis, karena dapat membuka luka lama dan mengingatkan rekam jejakorang-orang komunis yang sadis, kejam dan tak berkeprikemanusiaan. Dengan kendaraan Partai Komunis Indonesia (PKI), mereka bergerak. Berbagai operasi berdarah pun mereka lakukan atas nama revolusi. Menelisik sejarahnya, orang-orang komunis di negara ini tak pernah patah arang mewujudkan cita-cita jahat mereka, yaitu merebut kekuasaan tertinggidi bumi Nusantara ini dan menjadikannya sebagai negara komunis. Makar dan kekuatan terselubung senantiasa mereka himpun. Kader-kader setia mereka, baik sipil maupun militer, didoktrin siaga

    [selanjutnya...]
  • Seseorang Berada Diatas Agama Temannya

    pohon

    Asy Syaikh Al-Allamah Shalih Al-Fauzan hafizhahullah ditanya: Pertanyaan: Hadits Rasulullah shallallahu alaihi wasallam: Seorang itu di atas agama teman dekatnya. Berikanlah penjelasan kepada kami (tentang) hadits ini. Jawaban: Haditsnya sudah jelas, sesungguhnya seorang sahabat, kawan, teman duduk itu akan bisa mempengaruhi teman duduknya, kawannya. Maka wajib bagi seorang muslim untuk memilih teman yang shalih yang ia bisa mengambil manfaat dengan berteman dengannya, memperkuat agamanya dengannya dan wajib menjauhi teman yang buruk. Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: ” Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk itu ibarat penjual minyak misik dan pandai besi. Teman yang baik itu ibarat penjual minyak

    [selanjutnya...]
  • Rahasia Dibalik Ujian Seorang Mu’min

    Camille-Seaman-storm-clouds-3

    al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata : “Di antara rahmat-Nya Dia menjadikan dunia bagi mereka terasa susah dan sempit. Agar mereka tidak tinggal padanya dan tidak tenang di dalamnya. Lalu mereka mengharapkan kenikmatan yang kekal di Jannah(surga)-Nya, dan di sisi-Nya. Maka Allah Ta’ala menyampaikan mereka ke Jannah dengan penuh ujian dan cobaan. Maka Allah Ta’ala halangi mereka (dari kesenangan dunia) untuk Dia memberikan kepada mereka (kenikmatan jannah), Dia menguji mereka untuk Dia selamatkan mereka, dan Allah Ta’ala mematikan mereka untuk Dia menghidupkan mereka kembali.” Ighatshah al-Lahfan juz 2, hal 917 قال ابن القيم رحمه الله : ( في فوائد ابتلاء المؤمنين ) «

    [selanjutnya...]