Urgensi Ikhlas

Asy Syaikh Muhammad Nasirudin Al Albani rahimahullah mengatakan,

“Orang yang jahil mungkin untuk memberikan hidayah kepadanya dengan mudah. Karena dia merasa memiliki ilmu yang sedikit dan jika jelas bagi dia ilmu yang benar maka dia akan mendapatkan hidayah. Oleh karena itulah saya sering menyampaikan dalam banyak kesempatan bahwa pada sebagian kelompok-kelompok yang ada pada hari ini – dan mereka menyimpang dari dakwah kita – saya berpandangan bahwa pada mereka ada keikhlasan. Maka saya katakan, “Mereka lebih saya cintai daripada orang-orang yang bersama kita dalam dakwah kita akan tetapi menjadi jelas bahwa mereka tidak bersama kita dalam keikhlasan. Padahal keikhlasan merupakan syarat diterimanya setiap amal shalih.”

(Silsilah Huda wa Nur, rekaman No. 851)

قال محدث هذا العصر الإمام محمد ناصر الدين الألباني رحمه الله تعالى:

«الجاهل -كما سبق في كلمةٍ لك- يمْكن هِدايته بيُسْرٍ لأنه يظن أنه على شيءٍ من العلم فإذا ما تَبَيَّنَ له العلم الصحيح اهْتَدى.

ولذلك أنا أقول في كثير من المناسبات أنّ في بعض الجماعات القائمة اليوم وهم منحرفون عن دعوتنا أرى أنّ فيهم إخلاصًا، فأقول: هؤلاء أَحَب إليَّ من الّذين معنا في دعوتنا لكنْ يتبيَّن أنهم ليسوا معنا في الإخلاص الذي هو شرطٌ لقَبُول كل عمل صالح».

سلسلة الهدى والنور، شريط رقم (٨٥١) .

Comment is closed.