• Mu’tazilah, Kelompok Sesat Pemuja Akal

    menentang-hukum-Ilahi

    Sejarah Munculnya Mu’tazilah Kelompok pemuja akal ini muncul di kota Bashrah (Irak) pada abad ke-2 Hijriah, antara tahun 105—110 H, tepatnya di masa pemerintahan Khalifah Abdul Malik bin Marwan dan Khalifah Hisyam bin Abdul Malik. Mu’tazilah Pelopornya adalah seorang penduduk Bashrah, mantan murid al-Hasan al-Bashri rahimahullah yang bernama Washil bin Atha’ al-Makhzumi al-Ghazzal. Ia lahir di kota Madinah pada 80 H dan mati pada 131 H. Dalam menyebarkan bid’ahnya, ia didukung oleh ‘Amr bin ‘Ubaid (seorang gembong Qadariyah kota Bashrah) setelah keduanya bersepakat dalam suatu pemikiran bid’ah, yaitu mengingkari takdir dan sifat-sifat Allah subhanahu wa ta’ala. (Lihat Firaq Mu’ashirah, karya

    [selanjutnya...]
  • Ikut Andil Menyebarkan Agama Meskipun Kecil

    IMG-20200321-WA0028

    Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata, ينبغي لطالب العلم وغير طالب العلم كل من علم سنة ينبغي أن يبينها في كل مناسبة ولا تقل أنا لست بعالم ، نعم لست بعالم لكن عندك علم قال النبي صلى الله عليه وسلم : { بلغوا عني ولو آية } فينبغي للإنسان في مثل هذه الأمور أن ينتهز الفرص كلما سمحت الفرصة لنشر السنة فانشرها يكن لك أجرها وأجر من عمل بها إلى يوم القيامة Sepatutnya bagi siapa pun yang mengetahui sunnah—baik penuntut ilmu maupun bukan—untuk menjelaskannya sesuai dengan kondisi dan kemampuan. Janganlah dia mengatakan, “Aku bukan ulama.” Benar, Anda memang bukan

    [selanjutnya...]
  • Awas Perpecahan

    Broken-Mirror-by-Bing-Wright-3

    Asy Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’iy rahimahullah berpesan, “Wajib untuk mempersatukan barisan kita dan wajib untuk mengajak kembali kepada Al Quran dan As Sunnah. Maka siapa yang mengajak kepada perpecahan dikhawatirkan akan turun petir dari langit menyambarnya. Karena kaum muslimin sangatlah membutuhkan untuk bersatu di bawah naungan Al Quran dan As Sunnah.” (An Nasaih Wal Fadhaih hal.126) ‏قال الشيخ مقبل بن هادي الوادعي رحمه الله: “فيجب أن نوحد صفنا، وأن ندعو إلى الكتاب والسنة، والذي يدعو إلى الفرقة يخشى أن تنزل عليه صاعقة من السماء، لأن المسلمين أحوج ما يكون إلى جمع الكلمة تحت ظل الكتاب والسنة.” ‏[نصائح وفضائح

    [selanjutnya...]
  • Sepuluh Kegelapan

    night

    Ibnul Qoyim rahimahullah mengatakan, “Orang-orang yang keluar dari ketaatan dan pengikutan kepada para Rasul -shalawatullah wa salamuhu alaihim- bergelimpangan dalam sepuluh kegelapan : – gelapnya tabiat – gelapnya kebodohan – gelapnya hawa nafsu – gelapnya perkataan – gelapnya perbuatan – gelapnya pintu masuk – gelapnya pintu keluar – gelapnya alam kubur – gelapnya hari kiamat – gelapnya negeri akhirat Maka kegelapan selalu menyertai mereka di ketiga alam mereka.” (Ijtima’ul Juyus hal.16) قال ابن القيم رحمه الله: “والخارجون عن طاعة الرسل صلوات الله وسلامه عليهم ومتابعتهم يتقلَّبون في عشر ظلمات: ‏ظلمة الطبع وظلمة الجهل وظلمة الهوى وظلمة القول وظلمة العمل وظلمة

    [selanjutnya...]
  • PERMISALAN SUNNAH DI DUNIA

    sungai

    Sahl Ibnu Abdillah rahimahullah berkata, “Permisalan sunnah di dunia seperti permisalan surga di akhirat. Barang siapa yang masuk surga di akhirat, maka dia akan selamat. Dan barang siapa yang masuk sunnah di dunia, maka dia juga akan selamat.” (Dzamul Kalam 4/384) ‏🔹قَـالَ سَهْل بنُ عَبدِ الله رَحِمَهُ الله- : ‏(مثل السّـُنَّة في الدنيا مثل الجنة في الآخرة ‏من دخـل الجـَنّة في الآخـرة سَلِم، ومن دخـل السُّـنَّة في الدنيا سَلِم ) . ‏ذم الكلام : (٣٨٤/٤) Sumber : 🔹قَـالَ سَهْل بنُ عَبدُ الله رَحِمَهُ الله- : (مثل السّـُنَّة في الدنيا مثل الجنة في الآخرةمن دخـل الجـَنّة في الآخـرة سَلِم، ومن دخـل السُّـنَّة في

    [selanjutnya...]
  • Siapa Teman Duduk Anda?

    372-31

    Sufyan ats-Tsauri rahimahullah menuturkan, “Tangisilah dan sayangilah dirimu, karena seandainya engkau tidak menyayanginya, maka engkau tidak akan disayangi. Jadikanlah teman dudukmu adalah orang yang menjadikanmu zuhud terhadap dunia dan cinta terhadap akhirat. Berhati-hatilah engkau dari bermajelis dengan ahli dunia yang berdalam-dalam pada pembicaraan dunia. Karena sesungguhnya mereka akan merusak agama dan hatimu. Perbanyaklah mengingat kematian dan meminta ampunan untuk dosa-dosamu yang telah berlalu. Dan mintalah keselamatan kepada Allah untuk umurmu yang tersisa.” (Hilyatul Auliya, 7/82) قال سفيان الثوري رحمه الله تعالى: ابك على نفسك وارحمها ، فإن أنت لم ترحمها لم تُرحم ، وليكن جليسك من يزهدك في الدنيا ويرغبك

    [selanjutnya...]
  • Rekaman Kajian Ilmiah Islamiah “Bom Waktu Komunisme, Waspadalah Indonesia!”

    rec

    Audio rekaman kajian ilmiah islamiah “Bom Waktu Komunisme, Waspadalah Indonesia!” yang dilaksanakan pada tanggal 24 Juli 2016 bertempat di Masjid Al Ittihad Kompleks Islamic Center Indramayu bisa diunduh pada tautan berikut. https://drive.google.com/drive/u/0/folders/0BykQuEqpjdOFUU5oWEJLZDVmMzQ

    [selanjutnya...]
  • Bom Waktu Komunisme

    komunis

    Komunis adalah sebuah kata yang tabu di telinga mayoritas rakyat Indonesia, terlebih kaum Muslimin. Bahkan sebagian orang mungkin sangat trauma ketika mendengar kata-kata komunis, karena dapat membuka luka lama dan mengingatkan rekam jejakorang-orang komunis yang sadis, kejam dan tak berkeprikemanusiaan. Dengan kendaraan Partai Komunis Indonesia (PKI), mereka bergerak. Berbagai operasi berdarah pun mereka lakukan atas nama revolusi. Menelisik sejarahnya, orang-orang komunis di negara ini tak pernah patah arang mewujudkan cita-cita jahat mereka, yaitu merebut kekuasaan tertinggidi bumi Nusantara ini dan menjadikannya sebagai negara komunis. Makar dan kekuatan terselubung senantiasa mereka himpun. Kader-kader setia mereka, baik sipil maupun militer, didoktrin siaga

    [selanjutnya...]
  • Seseorang Berada Diatas Agama Temannya

    pohon

    Asy Syaikh Al-Allamah Shalih Al-Fauzan hafizhahullah ditanya: Pertanyaan: Hadits Rasulullah shallallahu alaihi wasallam: Seorang itu di atas agama teman dekatnya. Berikanlah penjelasan kepada kami (tentang) hadits ini. Jawaban: Haditsnya sudah jelas, sesungguhnya seorang sahabat, kawan, teman duduk itu akan bisa mempengaruhi teman duduknya, kawannya. Maka wajib bagi seorang muslim untuk memilih teman yang shalih yang ia bisa mengambil manfaat dengan berteman dengannya, memperkuat agamanya dengannya dan wajib menjauhi teman yang buruk. Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: ” Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk itu ibarat penjual minyak misik dan pandai besi. Teman yang baik itu ibarat penjual minyak

    [selanjutnya...]